Sabtu, 19 Mei 2012

Regret Part 1


REGRET{Part 1}

Title     : Regret Part 1
Author : It’s Me ^^
Cast     :           Lee Donghae               Kim JongWoon a.k.a Yesung
                        Im Yoon Ah                Jessica Jung a.k.a Sica
Genre  : Sad,Romance
Length : 1 of ?

Cuap-Cuap Author ^^
Annyeong ^^
Kabar apa readers? Ini FF Chapter YoonHae pertama author, jadi kalau banyak kekurangan harap maklum. O ya, ini FF bwt temen author yang sama-sama Pyrotechnics , tapi dianya kagak tau ini FF bwt dia*curcol*. Ok lah silahkan baca author capek ngomong.
RCL Don’t Forget yang pedes juga gpp(?)ya jujur gtu kalo jelek ya jelek bagus ya bagus, kekurangan dan kelebihan. OK. SILENT READERS OUT! RCL, Gomawo ^^

=Happy Reading=
Menyesal ? Sakit hati ? Tentu!
Kenapa aku harus mencintai laki-laki sepertimu?
Laki-laki yang tak pernah menganggapku ada?
Laki-laki yang tak kunjung menyadari bahwa ada aku disni yang sangat setia kepadanya,
5 Tahun sudah, apakah bagimu aku tetap tak berarti?
Aku hanya menginginkan kasih sayang darimu saja tidak lebih , ,
Dan mungkin aku akan menyerah untuk mendapatkan hatimu, ,
Semoga kau lebih bahagia tanpaku. . .
                                                                  
Yoona POV
Duduk termenung aku disini, di taman menatap langit yang sudah mulai gelap. Mengingat masa itu bersamanya, yah walau dia tak pernah menganggapku ada itu sudah cukup asal aku selalu didekatnya. Aku tidak pernah menyerah untuk mendapatkan dan meluluhkan hatinya. Hingga saat itu tiba.
FlashBack
“Oppa . . . “ Panggilku seraya berjalan seiringan dengannya
“Kau lagi! Apa yang kau mau, tak lelah kau bersikap seperti itu? Aku yang melihatnya saja sudah sangat lelah dan bosan. Tunggu spertinya sudah lebih dari 5 tahun kau selalu seperti ini padaku”
“Ne, oppa. Saranghaeyo”
“Kau Yeoja, tak malu mengatakan seperti itu pada seorang namja ha?”
“Aniya, untuk apa malu XD”
“Mmh, kalau begitu kau bisa bantu aku Yoong?”
“Untuk apa Oppa? Selagi aku sanggup aku akan melakukannya.”
“Hahaha, sepulang sekolah kau pesan salah satu kafe untuk makan malam dan jangan lupa kau nanti malam aku jemput bawalah bunga mawar putih dan cincin ini.” Ucapnya sambil memberikan cincinnya padaku.
“Oppa? Apa maksudnya?”
“Nanti malam kau akan mengetahuinya”
Sore
Aku bingung, aku bingung. Gaun mana yang harus kupakai untuk makan malam bersamanya, apakah bunga ini untukku nanti? Dan cincin ini apakah untukku? Sungguh tak sabar menunggu malam ini.
Drrrt
From : Hae Oppa <3
Aku sudah di depan rumahmu, kajja
To : Hae Oppa<3
Ne, aku turun.
Mobil
“Oppa, sebenarnya kenapa kau membuat acara ini?”
“Tunggu saja, eh kenapa wajahmu pucat? Sakit?”
“Aniya, oppa. Karena tadi sore aku kehujanan saat memesan salah satu kafe untukmu Oppa,:
“Baguslah”
Kafe
Aku semakin bingung, dia memintaku untuk duduk agak jauh darinya sedangkan dia JLEB!
“Sica, I’m Here.”Ucapnya sambil melambaikan tangannya.
DEG~
Apa-apaan ini? Seketika tubuhku lemas, kepalaku pusing, dan hatiku Jangan bertanya tentu sakit, lebih sakit daripada diabaikan olehnya.
Jessica duduk dihadapan Donghae, dan dapat kulihat raut wajahnya begitu senang dan damai.
“Yoong, kemarikan bunganya” Katanya memerintah,
“Ne,” Kataku sambil menyerahkan bunga yang didalamnya terdapat cincin.
“Bukalah Sica,” Katanya manis kepada Jessica
“Oppa, Gomawo “ Katanya senang setelah menerima bunganya dan mendapati cincin di dalamnya.
“Sica, maukah kau menjadi Yeojachingu-ku, saranghae?”
WTH!
“Ne, oppa. Nado saranghae. Tapi tunggu siapa yeoja tadi oppa?” Katanya yang dapat kudengar sangat jelas. Dan aku berharap jawaban dari Donghae dapat membuatku senang.
“Owh,dia. Kau tahu dia adalah yeoja yang mengejarku 5 tahun ini, dan kau tahu malam ini aku hanya memanfaatkannya saja, sore itu aku sangat lelah aku suruh saja dia yang mengurusnya Chagi.”
APA! Dia hanya memanfaatkanku? Tak tahukah dia perasaanku selama 5 tahun? Tak tahukah dia bagaimana hancurnya hatiku saat ini. Tentu, air mata ini tak dapat berhenti mengalir dari pipiku, aku bergegas pergi dari tempat menyeramkan ini.
Donghae POV
“Sica, I’m Here.”Ucapku sambil melambaikan tanganku
“Yoong, kemarikan bunganya”Kataku memerintahnya. Ya aku hanya memanfaatkannya untuk merencanakan hal ini.
“Ne,”Katanya sambil menyerahkan bunga yang didalamnya terdapat cincin.
“Bukalah Sica,” Kataku  semanis  mungkin kepada Jessica
“Oppa, Gomawo “ Katanya senang setelah menerima bunganya dan mendapati cincin di dalamnya.
“Sica, maukah kau menjadi Yeojachingu-ku, saranghae?” Kataku padanya.
“Ne, oppa. Nado saranghae. Tapi tunggu siapa yeoja tadi oppa?” Tanyanya.
“Owh,dia. Kau tahu dia adalah yeoja yang mengejarku 5 tahun ini, dan kau tahu malam ini aku hanya memanfaatkannya saja, sore itu aku sangat lelah aku suruh saja dia yang mengurusnya Chagi,” Kataku yang aku sendiri pun tak dapat mengontrolnya, kata-kata itu keluar di luar keinginanku.
“Owh, ok Oppa. Gomawo untuk malam ini” Katany sambil menyunggingkan senyumnya.
Tiba-tiba aku melihatnya keluar dari Cafe ini, aku melihatnya menangis, ya baru kali ini aku melihatnya menangis selama 5 tahun ini. Apa aku sudah keterlaluan terhadapnya? Apa sikapku sudah melewati batas? Eiiittss, Donghae kenapa kau memikirkan Yeoja seperti dia, liat dihadapnmu sudah ada Sica, gadis yang kau sukai dari dulu. Aku pun menepis semua pikiran tentang Yeoja tadi. Lalu aku pun melanjutkan makan malamku dengan Sica.
Author POV
Di Cafe Donghae dan Jessica tetap makan malam, sementara di lain tempat.
Yeoja itu tetap berlari sekuat tenaga meskipun hari itu hujan deras, dia tak menghiraukan yang dia inginkan hanyalah pergi menjauh dari tempat itu. Dan pada akhirnya Yeoja itu terjatuh, dan membuat tubuhnya jatuh ke tanah dan naas-nya(?) kepala Yeoja itu mengenai batu itu.
“Aaaaaaa!” Teriak Yoona ketika kepala dan lututnya berdarah. Dengan segera ia mengambil HP dan menelpon seseorang.
“Yeobuseyo” Kata Yoona dengan suara gemetar
“Yoong, wae? Kau terdengar berbeda?”Jawab Yesung
“Oppa, Odiseyo?”Tanya Yoona lagi, sambil menahan rasa sakitnya.
“Di toko alat musik, Yoong kau terdengar gemetar, ada apa denganmu?”
“Oppa,”Itulah kata terakhir yang bisa diucapkan oleh Yoona,sebelum akhirnya dia memejamkan matanya, karena sudah tidak kuat menahan sakit yang mendera kepalanya.

Yesung POV
“Yaa!Yeobuseyo? Yeobuseyoo!” Kataku berteriak.
Aiissh ada apa dengan Yeoja itu, aku memutuskan untuk pergi dan mencarinya. Saat aku sedang mencarinya di tengah hujan deras seperti ini. Aku melihat ada seorang Yeoja yang sepertinya... mmhh . . YOONA! Aku langsung membuang payungku tak peduli dengan hujan yang deras ini.
“Yoong?” Kataku sambil menepuk pipinya
“Yoong?  Omo,kepalamu berdarah dan juga kakimu” Kataku dengan suara yang gemetar.
Dengan segera aku membawanya ke Ruma Sakit, aku sungguh sangat khawatir terhadapnya.
***
Setelah menunggu 30 menit, Dokter yang mengobati Yoona keluar.
“Dok, bagaimana keadaan teman saya?”Tanyaku pada Dokter tersebut.
“Yeoja itu tidak apa-apa hanya mengalami luka kecil di lutunya, untung anda segera membawanya kemari jika tidak entah apa yang akan terjadi padanya.”
Bisa dibayangkan jika aku tidak menemukannya? Apa yang akan terjadi?
“Gomawo, dok. Bolehkah saya masuk?”
“Ne, silahkan. Tolong jaga teman anda, jangan terlalu lelah dan perbanyak istirahat, mungkin teman anda akan siuman besok pagi.”
“Ne,” Kataku pada Dokter itu, lalu aku masuk ker ruangannya. Di sana , Yeoja itu terbaring lemas, dengan muka pucat. Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.
“Yoong, ada apa denganmu? Kenapa kauseperti ini?” Kataku sambil(?) menggenggam tanganya erat.
“Kenapa kau tak mau bercerita kepada ‘sahabat’mu ini? Apa aku tak berarti? Yoong , hanya 1 hal yang perlu kau tahu aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu , cintaku padamu lebih lama dibanding cintamu dengan dia. Dengan dia yang membuatmu sering terluka, dan kau tahu ? Setiap kau bercerita tentangnya, hatiku sakit. Hatiku sakit mendengarnya, 5 tahun aku mendengarkan ceritamu, tak pernah lelah, tak pernah bosan aku mendengarnya, tak pernah bosan aku melihatmu tersenyum saat meceritakannya, dan tak pernah lupa aku selalu memberikan tepuk tangan dan senyuman saat kau selesai bercerita tentangnya. Aku melakukan semua ini karena aku begitu mencintaimu, hanya dengan meihatmu bahagis,tersenyum itu sudah cukup membuatku senang. Tapi, tetap saja setiap kau bercerita tentangnya air mata ini tak pernah tak keluar dari mata ini. Yoong, Saranghae, Jeongmal Saranghaeyo, aku tahu perasaan ini salah ditambah kau menyukainya, sebisa mungkin aku melupakanmu , namun hasilnya selalu gagal. Justru aku semakin mencintaimu Yoong. Mianhae.” Kataku,dan tak terasa air bening ini menetes kembali di pipiku.
Tiba-tiba aku merasakan ada tangan yang memegang pipiku lembut dan berkata .
“Na . . . .”

TBC ^^
Gemana-gemana? Jelek or bagus? Menarik or membosankan?
Ayo RCL, RCL . . .
Klo mau part 2nya Like+Komen, klo gag mau, gag aku tag di part 2 nya :P *hehehe*
Gomawo ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar