REGRET{Part
1}
Title : Regret Part 1
Author : It’s Me ^^
Cast : Lee
Donghae Kim JongWoon a.k.a
Yesung
Im
Yoon Ah Jessica Jung a.k.a
Sica
Genre : Sad,Romance
Length : 1 of ?
Cuap-Cuap Author ^^
Annyeong ^^
Kabar apa readers? Ini
FF Chapter YoonHae pertama author, jadi kalau banyak kekurangan harap maklum. O
ya, ini FF bwt temen author yang sama-sama Pyrotechnics , tapi dianya kagak tau
ini FF bwt dia*curcol*. Ok lah silahkan baca author capek ngomong.
RCL Don’t Forget yang
pedes juga gpp(?)ya jujur gtu kalo jelek ya jelek bagus ya bagus, kekurangan
dan kelebihan. OK. SILENT READERS OUT! RCL, Gomawo ^^
=Happy Reading=
Menyesal
? Sakit hati ? Tentu!
Kenapa
aku harus mencintai laki-laki sepertimu?
Laki-laki
yang tak pernah menganggapku ada?
Laki-laki
yang tak kunjung menyadari bahwa ada aku disni yang sangat setia kepadanya,
5
Tahun sudah, apakah bagimu aku tetap tak berarti?
Aku
hanya menginginkan kasih sayang darimu saja tidak lebih , ,
Dan
mungkin aku akan menyerah untuk mendapatkan hatimu, ,
Semoga
kau lebih bahagia tanpaku. . .
Yoona POV
Duduk termenung aku
disini, di taman menatap langit yang sudah mulai gelap. Mengingat masa itu
bersamanya, yah walau dia tak pernah menganggapku ada itu sudah cukup asal aku
selalu didekatnya. Aku tidak pernah menyerah untuk mendapatkan dan meluluhkan
hatinya. Hingga saat itu tiba.
FlashBack
“Oppa . . . “ Panggilku
seraya berjalan seiringan dengannya
“Kau lagi! Apa yang kau
mau, tak lelah kau bersikap seperti itu? Aku yang melihatnya saja sudah sangat
lelah dan bosan. Tunggu spertinya sudah lebih dari 5 tahun kau selalu seperti
ini padaku”
“Ne, oppa. Saranghaeyo”
“Kau Yeoja, tak malu
mengatakan seperti itu pada seorang namja ha?”
“Aniya, untuk apa malu
XD”
“Mmh, kalau begitu kau
bisa bantu aku Yoong?”
“Untuk apa Oppa? Selagi
aku sanggup aku akan melakukannya.”
“Hahaha, sepulang
sekolah kau pesan salah satu kafe untuk makan malam dan jangan lupa kau nanti
malam aku jemput bawalah bunga mawar putih dan cincin ini.” Ucapnya sambil
memberikan cincinnya padaku.
“Oppa? Apa maksudnya?”
“Nanti malam kau akan
mengetahuinya”
Sore
Aku bingung, aku
bingung. Gaun mana yang harus kupakai untuk makan malam bersamanya, apakah
bunga ini untukku nanti? Dan cincin ini apakah untukku? Sungguh tak sabar
menunggu malam ini.
Drrrt
From : Hae Oppa <3
Aku sudah di depan
rumahmu, kajja
To : Hae Oppa<3
Ne, aku turun.
Mobil
“Oppa, sebenarnya
kenapa kau membuat acara ini?”
“Tunggu saja, eh kenapa
wajahmu pucat? Sakit?”
“Aniya, oppa. Karena
tadi sore aku kehujanan saat memesan salah satu kafe untukmu Oppa,:
“Baguslah”
Kafe
Aku semakin bingung,
dia memintaku untuk duduk agak jauh darinya sedangkan dia JLEB!
“Sica, I’m Here.”Ucapnya
sambil melambaikan tangannya.
DEG~
Apa-apaan ini? Seketika
tubuhku lemas, kepalaku pusing, dan hatiku Jangan bertanya tentu sakit, lebih
sakit daripada diabaikan olehnya.
Jessica duduk dihadapan
Donghae, dan dapat kulihat raut wajahnya begitu senang dan damai.
“Yoong, kemarikan
bunganya” Katanya memerintah,
“Ne,” Kataku sambil
menyerahkan bunga yang didalamnya terdapat cincin.
“Bukalah Sica,” Katanya
manis kepada Jessica
“Oppa, Gomawo “ Katanya
senang setelah menerima bunganya dan mendapati cincin di dalamnya.
“Sica, maukah kau
menjadi Yeojachingu-ku, saranghae?”
WTH!
“Ne, oppa. Nado
saranghae. Tapi tunggu siapa yeoja tadi oppa?” Katanya yang dapat kudengar
sangat jelas. Dan aku berharap jawaban dari Donghae dapat membuatku senang.
“Owh,dia. Kau tahu dia
adalah yeoja yang mengejarku 5 tahun ini, dan kau tahu malam ini aku hanya
memanfaatkannya saja, sore itu aku sangat lelah aku suruh saja dia yang
mengurusnya Chagi.”
APA! Dia hanya
memanfaatkanku? Tak tahukah dia perasaanku selama 5 tahun? Tak tahukah dia
bagaimana hancurnya hatiku saat ini. Tentu, air mata ini tak dapat berhenti
mengalir dari pipiku, aku bergegas pergi dari tempat menyeramkan ini.
Donghae POV
“Sica, I’m Here.”Ucapku
sambil melambaikan tanganku
“Yoong, kemarikan
bunganya”Kataku memerintahnya. Ya aku hanya memanfaatkannya untuk merencanakan
hal ini.
“Ne,”Katanya sambil
menyerahkan bunga yang didalamnya terdapat cincin.
“Bukalah Sica,”
Kataku semanis mungkin kepada Jessica
“Oppa, Gomawo “ Katanya
senang setelah menerima bunganya dan mendapati cincin di dalamnya.
“Sica, maukah kau
menjadi Yeojachingu-ku, saranghae?” Kataku padanya.
“Ne, oppa. Nado
saranghae. Tapi tunggu siapa yeoja tadi oppa?” Tanyanya.
“Owh,dia. Kau tahu dia
adalah yeoja yang mengejarku 5 tahun ini, dan kau tahu malam ini aku hanya
memanfaatkannya saja, sore itu aku sangat lelah aku suruh saja dia yang
mengurusnya Chagi,” Kataku yang aku sendiri pun tak dapat mengontrolnya,
kata-kata itu keluar di luar keinginanku.
“Owh, ok Oppa. Gomawo
untuk malam ini” Katany sambil menyunggingkan senyumnya.
Tiba-tiba aku
melihatnya keluar dari Cafe ini, aku melihatnya menangis, ya baru kali ini aku
melihatnya menangis selama 5 tahun ini. Apa aku sudah keterlaluan terhadapnya?
Apa sikapku sudah melewati batas? Eiiittss, Donghae kenapa kau memikirkan Yeoja
seperti dia, liat dihadapnmu sudah ada Sica, gadis yang kau sukai dari dulu.
Aku pun menepis semua pikiran tentang Yeoja tadi. Lalu aku pun melanjutkan
makan malamku dengan Sica.
Author POV
Di Cafe Donghae dan
Jessica tetap makan malam, sementara di lain tempat.
Yeoja itu tetap berlari
sekuat tenaga meskipun hari itu hujan deras, dia tak menghiraukan yang dia
inginkan hanyalah pergi menjauh dari tempat itu. Dan pada akhirnya Yeoja itu
terjatuh, dan membuat tubuhnya jatuh ke tanah dan naas-nya(?) kepala Yeoja itu
mengenai batu itu.
“Aaaaaaa!” Teriak Yoona
ketika kepala dan lututnya berdarah. Dengan segera ia mengambil HP dan menelpon
seseorang.
“Yeobuseyo” Kata Yoona
dengan suara gemetar
“Yoong, wae? Kau
terdengar berbeda?”Jawab Yesung
“Oppa, Odiseyo?”Tanya
Yoona lagi, sambil menahan rasa sakitnya.
“Di toko alat musik,
Yoong kau terdengar gemetar, ada apa denganmu?”
“Oppa,”Itulah kata
terakhir yang bisa diucapkan oleh Yoona,sebelum akhirnya dia memejamkan
matanya, karena sudah tidak kuat menahan sakit yang mendera kepalanya.
Yesung POV
“Yaa!Yeobuseyo?
Yeobuseyoo!” Kataku berteriak.
Aiissh ada apa dengan Yeoja
itu, aku memutuskan untuk pergi dan mencarinya. Saat aku sedang mencarinya di
tengah hujan deras seperti ini. Aku melihat ada seorang Yeoja yang
sepertinya... mmhh . . YOONA! Aku langsung membuang payungku tak peduli dengan
hujan yang deras ini.
“Yoong?” Kataku sambil
menepuk pipinya
“Yoong? Omo,kepalamu berdarah dan juga kakimu” Kataku
dengan suara yang gemetar.
Dengan segera aku
membawanya ke Ruma Sakit, aku sungguh sangat khawatir terhadapnya.
***
Setelah menunggu 30
menit, Dokter yang mengobati Yoona keluar.
“Dok, bagaimana keadaan
teman saya?”Tanyaku pada Dokter tersebut.
“Yeoja itu tidak
apa-apa hanya mengalami luka kecil di lutunya, untung anda segera membawanya
kemari jika tidak entah apa yang akan terjadi padanya.”
Bisa dibayangkan jika
aku tidak menemukannya? Apa yang akan terjadi?
“Gomawo, dok. Bolehkah
saya masuk?”
“Ne, silahkan. Tolong
jaga teman anda, jangan terlalu lelah dan perbanyak istirahat, mungkin teman
anda akan siuman besok pagi.”
“Ne,” Kataku pada
Dokter itu, lalu aku masuk ker ruangannya. Di sana , Yeoja itu terbaring lemas,
dengan muka pucat. Sungguh, aku tak tega melihatnya seperti ini.
“Yoong, ada apa
denganmu? Kenapa kauseperti ini?” Kataku sambil(?) menggenggam tanganya erat.
“Kenapa kau tak mau
bercerita kepada ‘sahabat’mu ini? Apa aku tak berarti? Yoong , hanya 1 hal yang
perlu kau tahu aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu , cintaku
padamu lebih lama dibanding cintamu dengan dia. Dengan dia yang membuatmu
sering terluka, dan kau tahu ? Setiap kau bercerita tentangnya, hatiku sakit.
Hatiku sakit mendengarnya, 5 tahun aku mendengarkan ceritamu, tak pernah lelah,
tak pernah bosan aku mendengarnya, tak pernah bosan aku melihatmu tersenyum
saat meceritakannya, dan tak pernah lupa aku selalu memberikan tepuk tangan dan
senyuman saat kau selesai bercerita tentangnya. Aku melakukan semua ini karena
aku begitu mencintaimu, hanya dengan meihatmu bahagis,tersenyum itu sudah cukup
membuatku senang. Tapi, tetap saja setiap kau bercerita tentangnya air mata ini
tak pernah tak keluar dari mata ini. Yoong, Saranghae, Jeongmal Saranghaeyo,
aku tahu perasaan ini salah ditambah kau menyukainya, sebisa mungkin aku
melupakanmu , namun hasilnya selalu gagal. Justru aku semakin mencintaimu Yoong.
Mianhae.” Kataku,dan tak terasa air bening ini menetes kembali di pipiku.
Tiba-tiba aku merasakan
ada tangan yang memegang pipiku lembut dan berkata .
“Na . . . .”
TBC ^^
Gemana-gemana? Jelek or
bagus? Menarik or membosankan?
Ayo RCL, RCL . . .
Klo mau part 2nya
Like+Komen, klo gag mau, gag aku tag di part 2 nya :P *hehehe*
Gomawo ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar